+62761-37947 info@rs-syafira.com
Hemodialisa berasal dari kata “hemo” yang memiliki arti darah, dan “dialisis” artinya pemisahan zat-zat terlarut. Jadi, hemodialisa berarti proses pembersihan darah dari zat-zat sampah (limbah berbahaya, garam ekstra, dan air ekstra), yang dilalui dari proses penyaringan di luar tubuh menggunakan mesin. Orang awam sendiri mengenal hemodialisa dengan istilah ‘cuci darah’. Hemodialisa berguna untuk mengontrol tekanan darah dan membantu tubuh Anda menjaga keseimbangan kimia seperti bikarbonat, kalsium, kalium, dan natrium. Cara kerja hemodialisa Proses hemodialisa umumnya dilakukan tiga kali seminggu dengan cara kerja, yakni menggunakan filter khusus yang disebut dialyzer (tabung yang terhubung ke mesin hemodialisis) yang berfungsi sebagai ginjal buatan untuk membantu membersihkan darah Anda. Selama perawatan, darah Anda bergerak melalui tabung ke dalam dialyzer, yang menyaring zat-zat sampah. Lalu darah yang dibersihkan mengalir melalui satu set tabung kembali ke dalam tubuh Anda. Mesin hemodialisa memonitor aliran darah dan menghilangkan limbah dari dialyzer. Setiap pengobatan berlangsung 3 sampai 5 jam atau lebih. Selama perawatan, Anda dapat melakukan aktivitas seperti tidur, bicara, menonton TV, membaca, dan menulis.   Perubahan pola makan Hemodialisa dan diet menjadi langkah tepat untuk mengurangi limbah yang menumpuk dalam darah Anda. Ketika memilih makanan, perlu diperhatikan beberapa hal:
  1. Makan dalam jumlah yang seimbang dengan mengonsumsi makanan tinggi protein seperti daging sapi, ayam, ikan, dan telur. Makanan-makanan tersebut mampu mengganti asupan protein yang terbuang ketika proses cuci darah berlangsung. Makanan berprotein juga mampu menghasilkan lebih sedikit limbah ketika hemodialisa
  2. Membatasi konsumsi air minum. Hal ini karena ketika ginjal tidak bekerja, air terbentuk dengan cepat di dalam tubuh Anda. Pembatasan asupan cairan ini untuk menghindari tubuh agar tidak mengalami kelebihan cairan, akibat penurunan fungsi ginjal untuk menyaring cairan
  3. Bila terlalu banyak cairan dapat membuat jaringan Anda membengkak dan menyebabkan gangguan jantung, tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, serta kram selama dialisis
  4. Membatasi makanan seperti kacang-kacangan, keju, selai kacang, soda, dan susu. Makanan-makanan tersebut mengandung banyak fosfor. Nah, bila dalam darah terdapat banyak fosfor, menyebabkan kalsium harus ditarik dari tulang Anda sehingga membuat tulang lemah dan rapuh. Hal ini berisiko menyebabkan radang sendi
  5. Hindari mengonsumsi garam. Hal ini dikarenakan makanan asin membuat Anda haus dan meningkatnya asupan air pada tubuh Anda. Selain itu, mengurangi konsumsi garam juga membantu Anda mengontrol tekanan darah dan mengurangi risiko kenaikan berat badan yang berlebih akibat penumpukan cairan. Sebisa mungkin usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan-makanan yang tinggi sodium atau natrium, seperti makanan kaleng, mie instan, dan kerupuk
  6. Mengontrol makanan yang mengandung kalium, seperti pisang dan jeruk, sayuran, cokelat, dan kacang-kacangan.  Kalium sendiri adalah mineral yang ditemukan dalam pengganti garam. Bila di dalam tubuh terlalu banyak kalium dapat membahayakan jantung Anda
Ingatlah jika hemodialisa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dan harapan hidup pasien gagal ginjal. Tapi, hemodialisa tidak bisa menyembuhkan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal stadium lanjut. Untuk melakukan hemodialisa, lakukan di rumah sakit terpercaya yang memiliki fasilitas memadai. Di Indonesia sendiri sudah banyak rumah sakit yang menyediakan fasilitas tersebut, salah satunya rumah sakit Syafira Pekanbaru, Riau, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman No.134 Pekanbaru, Riau. Di sini pelayanan hemodialisa memiliki fasilitas 8 unit mesin cuci darah yang dimulai pukul 07.00 – 21.00. Selain itu, fasilitas lain yang dimiliki ada layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium dan Farmasi yang hadir selama 24 jam.